Puisi Akhmad Muhaimin Azzet
sumber cahaya
datangilah
segera
sebab langkah
menuju
tiba
inilah cahaya
perjalanan
usia
bila telah sampai
betapa indah
berjumpa
bukan lagi mendatangi
tapi didatangi
dicahayai
(Dipuisikan dari Al-Hikam, Syekh Ibnu Atha’illah as-Sakandari)
Puisi Al-Hikam
20.5.26
DATANG
9.2.26
REZEKI
Puisi Akhmad Muhaimin Azzet
betapa luasnya rezeki
saat berdekat
tak tergantikan apa
betapa sempitnya rezeki
saat berjauh
meski melimpah apa
(Dipuisikan dari Al-Hikam, Syekh Ibnu Atha’illah as-Sakandari)
20.11.25
ALAM
Puisi Akhmad Muhaimin Azzet
bukan bukti ada yang menciptakan
lalu kau menempuhnya
menuju alamat yang ditetapkan
bila demikian kapan sampai
sebab yang ghaib tak membutuhkan
bukti berwujud alam
padahal jarak begitu dekat
sejak kapan memakai bentangan
yang justru kian panjang
adanya tak terikat keberadaan
itulah yang awal
sumber mutlak segala keadaan
(Dipuisikan dari Al-Hikam, Syekh Ibnu Atha’illah as-Sakandari)
18.7.25
TOPENG
Puisi Akhmad Muhaimin Azzet
siapakah yang bisa memakai topeng
selain pemain sandiwara
itu pun saat di panggung belaka
sebab apa yang tersimpan di dada
akan tampak di wajah semesta
mengatakan gejolak sesungguhnya
maka lembutlah duhai mutiara
agar memancarkan cahaya
yang indah, menyejukkan siapa saja
(Dipuisikan dari Al-Hikam, Syekh Ibnu Atha’illah as-Sakandari)
20.5.25
CAHAYA
Puisi Akhmad Muhaimin Azzet
sejak melangkah
mesti diterangi cahaya
dengan doa
agar di tengah perjalanan
kegelapan
tak lagi menerkam
begitu juga saat senja
warna dunia
semakin menggoda
maka cahaya
mesti erat digenggam
hingga napas penghabisan
(Dipuisikan dari Al-Hikam, Syekh Ibnu Atha’illah as-Sakandari)
Langganan:
Postingan (Atom)




